Sunday, November 24, 2013

Surfaktan


  1. Surfactant
Surfaktan merupakan senyawa organik yang mempunyai kecendrungan untuk berpusat pada permukaan atau antar muka dan mempunyai kemampuan menurunkan tegangan permukaan karena memiliki gugus dengan 2 fungsi berbeda. 
Surfaktan terdiri dari 2 gugus fungsi yaitu :

1. Gugus fungsi kepala yang polar dan  bersifat suka air disebut dengan gugus hidrofilik.
2. Gugus fungsi ekor yang non-polar dan bersifat suka minyak atau lemak disebut dengan.hidrofobik.

Sifat kedua gugus yang berbeda ini membuat surfaktan dapat dimanfaatkan untuk menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan. 

Surfaktan memiliki berbagai jenis sehingga dapat dibuat dari bahan oleokimia maupun bahan petrokimia. Produksi surfaktan tergantung dari bahan mentah yang digunakan baik itu dari alkohol lemak, metil ester sulfonat, monoalkil fosfat, dan lain-lain. Setiap umpan memiliki proses yang berbeda-beda. Proses bergantung dari reaktor yang digunakan, kapasitas yang diperlukan, temperatur, tekanan, dan lamanya proses.  Secara umum proses produksi sufaktan menggunakan sistem batch.
Salah satu aplikasi pemanfaatan surfaktan dalam kehidupan adalah penggunaan surfaktan dalam industri polimer. Polimerisasi emulsi adalah polimerisasi adisi terinisiasi radikal bebas dimana suatu monomer atau campuran monomer dipolimerisasikan di dalam air dengan perubahan surfaktan untuk membentuk suatu  produk polimer emulsi yang bisa disebut lateks. . Bahan utama di dalam polimerisasi emulsi selain dari monomer dan air adalah surfaktan , inisiator dan zat pengalih rantai. Dalam polimerisasi emulsi dikenal empat macam teknik yaitu :
Teknik Batch
Teknik Seeding
Teknik Kontinu (sinambung)
Teknik Semi Kontinu

Mekanisme polimerisasi emulsi dapat dibagi dalam 4 tahap, yaitu :
Tahap I
Tahap II
Tahap III
Tahap IV

Polimerisasi akan terus terjadi dan akan tidak berjalan lagi , apabila monomer yang ada telah habis ataupun adanya radikal bebas yang menghentikan rantai pengembangan polimerisasi. Selama proses polimerisasi sedang berlangsung, stabilitas dijaga dengan cara penyerapan molekul surfaktan dari permukaan.

Ditulis Oleh : Afif Saifuddin // 8:51 PM
Kategori:

0 komentar :

Post a Comment