Sunday, October 27, 2013

Dunia Remaja dari Segi Psikologis




Terkait beredarnya video mesum remaja SMP di Jakarta yang semakin marak membuat banyak orang menjadi geram. Hal ini dianggap sudah merusak moral bangsa. Remaja yang seharusnya menuntut ilmu demi meraih cita-cita justru menghancurkan masa depan mereka. Sebenarnya dengan berbagai isu muncul terkait tindak asusila tersebut merupakan contoh bukti bahwa remaja sekarang tidak memiliki moral yang baik. 

Saya mungkin memang bukan psikolog tetapi saya justru sedang menuju proses itu. Dengan adanya hal tersebut membuat kita sama-sama belajar bagaimana menanggapi persoalan remaja saat ini. Kasus video mesum remaja yang beredar mungkin menjadi pelajaran bagi para orangtua untuk lebih memberikan pengawasan terhadap anak mereka. Apalagi tersedianya teknologi yang semakin canggih saat ini membuat anak bebas melakukan apa saja. Mungkin memang banyak orangtua yang bekerja tanpa memberikan aturan. Aturan disini bukan berarti mengekang anak, tetapi justru memberikan anak kebebasan dengan memberikan alasan yang mana boleh dan tidak boleh. 

 Melihat kasus ini menurut saya, apa yang telah dilakukan oleh mereka hanya untuk kesenangan dan kepuasan semata tanpa memperduliakan hukuman atau teguran dari orangtua mereka. Selain itu, remaja yang sesuai perkembangan mereka lebih mengarah untuk mendapatkan pujian dari teman sebaya. Teman sebaya memang orang yang paling mereka percaya karena remaja masih mencari identitas mereka dengan memperluas pergaulan. Seperti halnya yang dilakukan oleh kedua remaja tersebut, mereka hanya ingin memperlihatkan kepada teman sebaya agar dapat diterima dalam pergaulan. Oleh karena itu, mereka melakukan hal tersebut tidak memandang adanya otoritas dan aturan yang berlaku. Padahal apa yang telah mereka lakukan itu jelas sudah melanggar norma agama dan norma sosial. 

Sikap orangtua dalam mendidik anak tidak hanya memberikan perhatian tetapi juga melihat bagaimana konsistensi mereka dalam menerapkan norma pada anak sehingga anak paham tentang baik buruknya perbuatan. Dalam kasus ini, pemahaman agama juga penting diterapkan pada anak sehingga anak bisa lebih menghayati apa yang seharusnya dilakukan dan tidak melanggar aturan. Secara psikologis, orangtua harus berusaha mengubah mindset anak tentang seks dan perbuatan moral. Bukan berarti tidak boleh mengenal seks tetapi justru memberikan penjelasan sewajarnya dan sesuai usia anak. cobalah dekati anak dan belajar memahami apa yang dirasakan mereka disaat puber. Dengarkan keluh kesah mereka dan berikan pemahaman sesuai usia mereka dengan canda tawa. 

Semoga bermanfaat 

Mahasiswa Psikologi UIN SUSKA RIAU
Tyas

Ditulis Oleh : Afif Saifuddin // 9:54 AM
Kategori:

0 komentar :

Post a Comment