Wednesday, November 20, 2013

Krisis Partisipasi Politik Indonesia

Krisis Partisipasi Politik Indonesia
Indonesia sebagai negara berkembang sudah mengalami krisis partisipasi politik. Namun hal ini masih tetap terjadi, karena dapat dilihat dari aktif dan pasif masyarakatnya dalam kegiatan politik. Selain itu dapat juga dilihat dari dua sifat partisipasi politik, yakni otonom dan dimobilisasi. Sifat otonom dapat dilihat pada negara maju, yang mana masyarakatnya memiliki kesadaran secara sukarela untuk ikut serta dalam kegiatan berpolitik, sedangkan di negara berkembang sebagian masyarakatnya masih digerakkan dengan mengharapkan pamrih bahkan ada yang melalui paksaan untuk ikut berpartisispasi. Tingkat pendidikan dan ekonomi yang rendah merupakan salah satu hal yang menjadikan penyebab terjadinya krisis partisipasi politik itu. Selain itu, kepercayaan masyarakat yang semakin menipis terhadap pemerintah, dan kurangnya sosialisasi publik mengenai hak-hak politik di masyarakat. Hal pertama yang harus dibenahi adalah pendidikan. Latar pendidikan merupakan hal yang menjadi prioritas untuk mengatasi masalah ini, karena pendidikan mempunyai peranan sangat penting sebagai gerbang pertama dalam menentukan kualitas kepribadian setiap orang. Jenjang pendidikan akan berpengaruh terhadap status sosial dan kesejahteraan ekonomi. Jika pendidikan dan ekonomi sudah memadai, maka sikap partisipan akan terealisasikan secara bertahap.


Oleh karena itu diperlukan solusi untuk mengatasi masalah ini, diantaranya perlu digerakkannya dorongan edukasi politik melalui penanaman nilai-nilai politik dan manfaat positifnya dengan pemberian pelatihan, dan pendidikan politik bahwa mereka memiliki andil/peranan penting untuk ikut menentukan nasib negara kedepannya dengan cara memberikan suara dalam pemilihan umum. Pelatihan dan pendidikan politik yang diberikan kepada rakyat haruslah menyeluruh ke segala lapisan masyarakat.  Selain itu, perlu adanya upaya terhadap penampungan aspirasi rakyat yang disampaikan sehingga terlihat jelas apa yang diharapkan dapat terealisasikan. Jadi, partisipasi politik itu dapat menunjukkan keberhasilan suatu sistem politik (negara). Namun, apabila rendahnya partisipasi politik itu, maka kurang berhasil lah sistem politik tersebut. Dengan kata lain partisipasi politik merupakan sebagai tolak ukur / indikator untuk melihat keberhasilan dalam suatu sistem politik.

Ditulis Oleh : Afif Saifuddin // 8:18 PM
Kategori:

0 komentar :

Post a Comment